//verifikasi //verifikasi Tak Sepakat dengan Luhut, Said Iqbal Minta TKA Asal Cina di Konawe Dipulangkan - Berita Pendapat.id
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tak Sepakat dengan Luhut, Said Iqbal Minta TKA Asal Cina di Konawe Dipulangkan

Tak Sepakat dengan Luhut, Said Iqbal Minta TKA Asal Cina di Konawe Dipulangkan


Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyesalkan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina ke Indonesia. Sementara di sisi lain jutaan orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, kedatangan TKA di Konawe, Sulawesi Tenggara telah menciderai rasa keadilan pekerja lokal dan rakyat Indonesia.

Iqbal menegaskan, seharusnya lapangan pekerjaan yang tersedia itu diberikan sepenuhnya kepada warga negara Indonesia. 

Alasan masuknya ratusan TKA tersebut karena dibutuhkan keahliannya tidaklah tepat. Pasalnya, PT Virtue Dragon Nickel Industry telah berdiri cukup lama di Konawe, Sulawesi Tenggara.

"Itu artinya selama ini perusahaan dan pemerintah gagal memenuhi persyaratan bahwa TKA yang bekerja di Indonesia harus tenaga ahli dan melakukan transfer of khowledge dan transfer of job," kata Said Iqbal, Minggu (28/6). 

Dikatakan, dalam UU No 13 Tahun 2003 sudah diamanatkan, setiap 1 orang TKA wajib terdaftar pendamping 10 orang pekerja lokal. Namun jika selama ini TKA yang bekerja di sana ada pendamping tenaga kerja lokal dan terjadi transfer pengetahuan, maka pekerjaan yang ada seharusnya sudah bisa dikerjakan tenaga kerja lokal, dengan itu maka Indonesia tidak perlu lagi mendatangkan TKA.

Iqbal memandang, TKA yang datang dan bekerja di Konawe telah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang mengatur mengenai penggunaan tenaga kerja asing.

"Pelanggaran yang lain, seharus TKA bisa berbahasa Indonesia. Karena tidak bisa berbahasa Indonesia, hal ini akan menyulitkan dalam berkomunikasi, dalam rangka melakukan transfer of knowledge tadi," ujarnya.

Iqbal mengaku, tidak yakin lulusan dari UI, ITB, dan kampus-kampus ternama di Indonesia tidak mampu memenuhi skill yang dibutuhkan di perusahaan tersebut. 

Pihaknya, kata Iqbal, meminta pemerintah menarik kembali TKA yang telah datang dalam gelombang pertama, serta membatalkan masuknya 500 TKA Cina dalam gelombang selanjutnya. Terlebih mahasiswa dan masyarakat sudah melakukan protes terkait masuknya TKA tersebut.

"Di tengah pandemi dan banyak buruh yang kehilangan pekerjaan, mengapa TKA justru diizinkan bekerja di Indonesia? Bukankah akan lebih baik jika pekerjaan tersebut diberikan untuk rakyat kita sendiri," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui Juru Bicaranya, Jodi Mahardi menyampaikan bahwa kehadiran para TKA tersebut adalah untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi khusus. 

"Rencana kehadiran 500 TKA Cina sekitar akhir Juni atau awal Juli adalah untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China. Kita harus jujur bahwa dengan teknologi RKEF China mereka bisa bangun secara ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik,” ungkap Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5) lalu.

Post a Comment for "Tak Sepakat dengan Luhut, Said Iqbal Minta TKA Asal Cina di Konawe Dipulangkan"